Seorang petani di Sarmi meregang nyawa setelah dikeroyok warga usai dituduh memiliki ilmu hitam oleh sekelompok massa setempat.
Seorang petani berusia 51 tahun, Benyamin Singgum, ditemukan tewas mengenaskan setelah menjadi korban pengeroyokan brutal.​ Ironisnya, insiden tragis ini dipicu oleh tuduhan tak berdasar mengenai kepemilikan ilmu hitam, atau yang dalam masyarakat setempat dikenal sebagai ‘swanggi’. Kejadian ini tidak hanya menyoroti sisi gelap kepercayaan mistis yang disalahgunakan, tetapi juga menuntut keadilan bagi korban serta penegasan hukum untuk mencegah aksi main hakim sendiri terulang kembali.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Papua di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Papua Indonesia.
Pengeroyokan Tragis Di Kampung Mawes Mukti
Peristiwa nahas yang menimpa Benyamin Singgum terjadi pada Kamis, 1 Januari 2026, sekitar pukul 15.15 WIT, di Jalur 9, Kampung Mawes Mukti SP 6, Distrik Bonggo, Sarmi. Korban ditemukan meninggal dunia dengan luka-luka serius di tubuhnya, termasuk luka robek di lengan dan kepala, serta luka tusuk di bagian punggung.
Menurut keterangan Wakapolsek Bonggo, Ipda Daud GA Pararem, pengeroyokan bermula ketika sekelompok pemuda dari Kampung Mawesday mendatangi kediaman korban. Tanpa basa-basi, para pelaku langsung melakukan penganiayaan secara bersama-sama di rumah Benyamin.
Kondisi korban yang mengenaskan menjadi bukti betapa brutalnya aksi pengeroyokan tersebut. Kejadian ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan mengejutkan masyarakat sekitar, memunculkan pertanyaan besar tentang motif di balik kekerasan ini.
Motif Di Balik Kekerasan, Isu Ilmu Hitam (Swanggi)
Hasil penyelidikan awal kepolisian mengungkapkan bahwa pemicu utama aksi kekerasan ini adalah isu yang beredar di masyarakat. Korban dituduh memiliki ilmu hitam atau ‘swanggi’, sebuah tuduhan serius yang kerap memicu reaksi keras di beberapa wilayah.
Isu tak berdasar ini memicu amarah para pelaku hingga mereka memutuskan untuk melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap Benyamin Singgum. Tuduhan ilmu hitam seringkali menjadi alasan bagi tindakan kekerasan yang tidak rasional dan melanggar hukum.
Wakapolsek Bonggo, Ipda Daud GA Pararem, sangat menyayangkan kejadian ini. Beliau menekankan pentingnya masyarakat untuk tidak mudah percaya pada isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, terutama yang berkaitan dengan hal-hal mistis seperti ‘swanggi’.
Baca Juga:Â Polda Papua Siap Antisipasi Gangguan Keamanan Sepanjang 2026
Penangkapan Pelaku Dan Proses Hukum
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian segera turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan penyelidikan. Dua terduga pelaku utama, berinisial MS (22) dan ZK (23), berhasil diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolsek Bonggo.
Selain menangkap terduga pelaku, polisi juga membawa dua orang saksi untuk dimintai keterangan. Sejumlah barang bukti, seperti tas selempang, baju, dan potongan baju yang diduga terkait dengan penganiayaan, turut disita guna mendukung proses penyidikan.
Polisi berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatan mereka sesuai hukum yang berlaku. Tindakan ini diharapkan dapat memberikan keadilan bagi korban dan keluarganya.
Seruan Untuk Ketenangan Dan Penyelesaian Hukum
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar. Penting untuk selalu menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada tuduhan yang tidak memiliki dasar kuat.
Bhabinkamtibmas juga diinstruksikan untuk meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat guna memberikan edukasi. Tujuannya adalah agar setiap permasalahan diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, bukan dengan kekerasan atau main hakim sendiri.
Polisi saat ini terus melakukan penggalangan terhadap tokoh masyarakat, tokoh adat, serta tokoh agama di Distrik Bonggo Raya. Kolaborasi ini diharapkan dapat membantu meredakan ketegangan, menyebarkan pemahaman tentang hukum, dan mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Papua Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari detik.com
- Gambar Kedua dari kompas.tv