Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri meninjau Hotel Mapia di Biak, memulai revitalisasi untuk mengembangkan pariwisata daerah.
Hotel Mapia, aset bersejarah milik Pemerintah Provinsi Papua di Biak Numfor, kini mendapat perhatian serius. Setelah bertahun-tahun beroperasi dalam kondisi memprihatinkan, Gubernur Mathius D. Fakhiri meninjau langsung sebagai tanda revitalisasi. Dengan lokasi strategis di pusat kota, hotel ini berpotensi bangkit sebagai penginapan sekaligus pendorong ekonomi lokal.
Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Papua di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Papua Indonesia.
Kondisi Memprihatinkan, Langkah Berani Gubernur Papua
Gubernur Papua Mathius D. Fakhiri baru-baru ini mengunjungi Kabupaten Biak Numfor untuk meninjau aset Pemerintah Provinsi. Salah satu yang menjadi perhatian khusus adalah Hotel Mapia di Jl. Jend. Ahmad Yani No. 23, Mandala, Kecamatan Biak Kota, karena kondisinya sudah tidak layak dan membutuhkan pembenahan menyeluruh.
Mathius D. Fakhiri menegaskan bahwa langkah awal yang akan diambil adalah menyelesaikan seluruh kewajiban pemerintah kepada para pekerja hotel. Ini merupakan prioritas utama sebelum hotel ditutup sementara untuk renovasi. Penutupan sementara ini penting untuk memastikan renovasi dapat berjalan optimal tanpa gangguan operasional.
Meskipun tanggal penutupan pasti belum diumumkan, Mantan Kapolda Papua tersebut memastikan bahwa penutupan akan dilakukan. Renovasi ini mencakup pembenahan sarana dan prasarana demi mengembalikan kejayaan Hotel Mapia. Upaya ini diharapkan dapat memberikan “napas baru” bagi hotel yang selama ini kurang terawat.
Revitalisasi Menuju Daya Saing Dan Peningkatan PAD
Pemerintah Provinsi Papua memiliki visi besar untuk Hotel Mapia, yaitu menjadikannya mampu bersaing dengan hotel-hotel baru di Biak Numfor. Pembenahan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik hotel di mata masyarakat dan wisatawan. Tujuannya jelas, yakni agar hotel ini kembali ramai pengunjung.
Revitalisasi Hotel Mapia bukan hanya tentang perbaikan fisik bangunan, melainkan juga upaya mendorong Pendapatan Asli Daerah (PAD). Peningkatan jumlah tamu akan berbanding lurus dengan peningkatan pendapatan bagi pemerintah daerah. Ini adalah strategi ekonomi yang penting untuk kemajuan Biak Numfor.
Selain itu, revitalisasi ini juga bertujuan mendukung pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Biak Numfor. Dengan hotel yang representatif dan fasilitas modern, Biak dapat menarik lebih banyak wisatawan. Hotel Mapia diharapkan menjadi salah satu ikon pariwisata yang membanggakan Papua.
Baca Juga:Â Dinas Tanaman Pangan Papua Kejar Target Sawah 7.187 Hektare
Potensi Strategis Hotel Mapia Yang Tak Terbantahkan
Hotel Mapia memiliki nilai historis yang tinggi sebagai salah satu akomodasi tertua milik Pemerintah Provinsi Papua. Bangunan 4 lantai dengan 41 kamar ini telah menjadi saksi bisu perkembangan Biak. Sejarah ini menjadi modal berharga untuk menarik minat pengunjung yang mencari pengalaman unik.
Lokasinya sangat strategis, tepat di jantung Kota Biak, Jl. Jend. Ahmad Yani. Keunggulan lokasi ini terletak pada kedekatannya dengan akses utama seperti Bandara Frans Kaisiepo dan Pelabuhan Biak. Perjalanan dari bandara menuju hotel hanya memakan waktu sekitar lima menit, sangat efisien bagi wisatawan dan pebisnis.
Selain itu, Hotel Mapia juga berdekatan dengan berbagai pusat aktivitas masyarakat, seperti Pasar Ikan dan Masjid Agung Baiturrahman. Fasilitas yang selama ini disediakan meliputi kamar standar, area parkir gratis, dan layanan 24 jam. Keberadaan aula serbaguna juga menambah nilai fungsional hotel ini.
Masa Depan Cerah Bagi Permata Tersembunyi Biak
Gubernur Mathius D. Fakhiri memiliki komitmen kuat untuk merancang bangunan Hotel Mapia dengan baik. Desain yang menarik diharapkan mampu memikat minat masyarakat untuk menginap. Tujuannya adalah agar hotel ini kembali memberikan kontribusi signifikan bagi daerah.
Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola aset daerah. Dengan pembenahan menyeluruh, Hotel Mapia diharapkan dapat mengembalikan citra positifnya. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kemajuan pariwisata dan ekonomi lokal Biak Numfor.
Kebangkitan Hotel Mapia akan menjadi simbol harapan bagi pengembangan pariwisata di Papua. Dari hotel yang tidak layak, ia berpotensi menjadi permata yang bersinar kembali. Dengan manajemen yang profesional dan fasilitas modern, masa depan cerah menanti Hotel Mapia.
Jangan lewatkan update berita seputaran Papua Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari papua.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari lintaspapua.com