PAN Papua Tengah gelar kompetisi religi spesial untuk siswa sambut Ramadan 2026, penuh semangat dan nilai edukatif.
Menyambut Ramadan 2026, PAN Papua Tengah menghadirkan sesuatu yang berbeda bagi para pelajar. Bukan sekadar ajang perlombaan biasa, kompetisi religi ini dirancang untuk menumbuhkan semangat keimanan, kreativitas, sekaligus membangun karakter generasi muda.
Antusiasme siswa pun terlihat sejak awal pendaftaran dibuka. Lalu, seperti apa kemeriahan dan tujuan di balik kegiatan spesial ini? Simak ulasan lengkapnya di Papua Indonesia.
Partai Amanat Nasional Papua Tengah Luncurkan PANDAI 2026 Sambut Ramadan
Dalam menyambut Ramadan 2026, DPW Partai Amanat Nasional Provinsi Papua Tengah menghadirkan terobosan pendidikan bertajuk PANDAI 2026 (Generasi Cerdas, Masa Depan Berkualitas). Program ini menjadi wadah kompetisi religi bagi pelajar SD, SMP hingga SMA di wilayah Papua Tengah.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Nabire sebagai bentuk komitmen membangun kualitas generasi muda melalui pendekatan intelektual dan spiritual. Konsepnya dirancang tidak sekadar perlombaan, tetapi juga sarana pembinaan karakter berbasis nilai keislaman.
Ketua DPW PAN Papua Tengah, Deinas Geley, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan langkah awal memperkuat budaya belajar dan kolaborasi sejak dini. Ia menilai pendidikan harus berjalan beriringan dengan pembentukan moral.
Dukungan Pimpinan Daerah Untuk Pendidikan Karakter
Deinas Geley yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Papua Tengah menegaskan bahwa PAN ingin hadir lebih luas dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, generasi muda perlu diberikan ruang untuk berkembang melalui ajang positif dan kompetitif.
Ia menyebut, semangat belajar tidak boleh berhenti hanya di ruang kelas. Kegiatan seperti PANDAI 2026 menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus memperkuat pemahaman agama.
Pernyataan tersebut disampaikannya kepada awak media di Nabire pada Sabtu sore (28/2/2026). Momentum peluncuran ini sekaligus menjadi penanda dimulainya pendaftaran resmi bagi seluruh peserta.
Baca Juga:Â Pertikaian di Sentani Jayapura Memanas, Duel Parang Bikin Dua Pria Masuk RS
Materi Lomba Perkuat Pemahaman Keislaman
Kompetisi PANDAI 2026 mengangkat berbagai materi keislaman yang relevan dengan bulan suci Ramadan. Peserta diuji melalui hafalan ayat Al-Quran, sejarah dan keutamaan Ramadan, hukum puasa, serta kisah Nabi dan sahabat.
Tidak hanya aspek teori, siswa juga didorong memahami penerapan nilai islami dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pembelajaran yang diperoleh diharapkan mampu membentuk karakter yang berakhlak dan disiplin.
Pada babak penyisihan, setiap tim wajib menampilkan bakat sebagai dai dengan durasi tiga menit. Penggunaan bahasa Inggris atau Arab dalam penyampaian materi akan memperoleh nilai tambahan dari dewan juri.
Sistem Kompetisi Bertahap Dan Profesional
Tahapan perlombaan disusun secara berjenjang guna menjaring peserta terbaik. Sepuluh tim dengan nilai tertinggi akan melaju ke babak semifinal dan dibagi dalam dua grup.
Di fase tersebut, peserta menghadapi pertanyaan wajib, soal bonus, serta sesi rebutan menggunakan bel yang menguji kecepatan dan ketepatan jawaban. Sistem ini dirancang untuk melatih konsentrasi dan ketahanan mental siswa.
Empat tim dengan skor tertinggi selanjutnya melaju ke partai final dengan tingkat kesulitan soal lebih mendalam. Untuk menjaga kualitas dan objektivitas, panitia menghadirkan dewan juri dari kalangan akademisi luar Nabire.
Hadiah Pembinaan Dan Kesempatan Ke Tingkat Pusat
Panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp15 juta sebagai bentuk apresiasi atas prestasi peserta. Juara pertama memperoleh Rp5 juta, disusul juara kedua Rp4 juta, juara ketiga Rp3 juta, serta juara harapan.
Selain uang pembinaan, para pemenang juga mendapatkan trofi penghargaan. Lebih istimewa lagi, juara umum akan dipromosikan untuk mengikuti ajang serupa di tingkat pusat di Jakarta.
Pendaftaran dibuka hingga 2 Maret 2026 dan pelaksanaan lomba digelar pada 3 Maret tanpa biaya alias gratis. Melalui PANDAI 2026, PANÂ Papua Tengah berharap pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun masa depan generasi yang cerdas dan berintegritas.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari papua.tribunnews.com
- Gambar Kedua dari muhammadiyahsemarangkota.org