Forkom LKN memainkan peran kunci menjaga persatuan dan harmoni di Papua, memperkuat silaturahmi lintas suku dan budaya.
Papua selalu menjadi sorotan dalam menjaga persatuan dan kerukunan sosial. Forkom LKN Provinsi Papua mendapat apresiasi pemerintah atas perannya memperkuat silaturahmi lintas suku, adat, budaya, dan agama di tengah kemajemukan Bumi Cenderawasih. Temukan rangkuman informasi menarik dan terpercaya lainnya tentang Papua di bawah ini yang dapat memperluas wawasan Anda hanya di Papua Indonesia.
Forkom LKN, Pilar Penjaga Persatuan di Tanah Papua
Pemerintah Provinsi Papua secara terang-terangan menyampaikan apresiasinya kepada Forkom LKN Provinsi Papua. Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan komitmen mereka dalam menjaga persatuan, toleransi, dan harmoni sosial yang telah lama terjalin di Tanah Papua. Keberadaan Forkom LKN dinilai vital dalam merajut keberagaman masyarakat.
Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, saat Musyawarah Besar II Forkom LKN menegaskan peran strategis organisasi ini sebagai mitra pemerintah daerah dalam menjaga keutuhan NKRI melalui penguatan silaturahmi lintas suku, adat, budaya, dan agama khas Papua.
Aryoko Rumaropen juga menyoroti bahwa kemajemukan Papua adalah sebuah kekayaan yang tak ternilai. Kekayaan ini, menurutnya, harus dikelola dengan bijaksana agar dapat menjadi energi sosial yang positif. Tujuannya adalah untuk mempercepat pembangunan daerah dan mewujudkan Papua yang damai, sejahtera, serta harmonis di masa depan.
Mubes II Forkom LKN, Konsolidasi Dan Estafet Kepemimpinan
Mubes II Forkom LKN yang diselenggarakan di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, pada Minggu, 14 Desember 2025, mengusung tema penting. Tema “Berkolaborasi dan Membangun Solidaritas Kebinekaan untuk Papua Cerah dan Damai di Tanah Papua” menjadi semangat utama dalam kegiatan tersebut. Ini menunjukkan tekad kuat untuk terus membangun Papua yang lebih baik.
Selain sebagai ajang kolaborasi, Mubes II juga menjadi momentum krusial untuk konsolidasi organisasi. Salah satu agenda utamanya adalah pemilihan Sekretaris Jenderal Forkom LKN Papua untuk periode masa bakti 2025–2028. Ini menandai estafet kepemimpinan yang diharapkan dapat membawa organisasi ke arah yang lebih baik lagi.
Ketua Panitia Mubes II Forkom LKN Papua, Mustakim HR, menjelaskan bahwa tujuan Mubes adalah mendengarkan laporan pertanggungjawaban Sekretaris Jenderal masa bakti 2022-2025. Selain itu, Mubes juga mengevaluasi dan membahas rancangan program kerja untuk 3 hingga 4 tahun ke depan, sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT) organisasi.
Baca Juga:Â Keerom Papua Dikepung Banjir, 348 Rumah Terendam Akibat Hujan Deras
Sinergi Pemerintah Dan Harapan Untuk Masa Depan
Pemerintah Provinsi Papua, melalui Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen, menyampaikan pesan penting kepada Forkom LKN. Mereka diharapkan untuk terus menjaga kebersamaan dan menolak segala bentuk perpecahan yang dapat mengancam persatuan. Pesan ini menekankan bahwa persatuan dan keutuhan NKRI adalah harga mati yang harus dijaga.
Mantan Sekretaris Jenderal Forkom LKN, Ir. H. Junaedy Rahim, menyampaikan komitmen organisasinya. Ia menegaskan bahwa Forkom LKN Papua siap mendukung penuh kepemimpinan Gubernur Matius D. Fakhiri dan Wakil Gubernur Aryoko Rumaropen. Dukungan ini bertujuan untuk mewujudkan visi “Papua Cerah dan Damai” yang menjadi cita-cita bersama.
Pemerintah Provinsi Papua juga menunjukkan respons positif terhadap aspirasi Forkom LKN. Aspirasi terkait kebutuhan fasilitas sekretariat sebagai pusat koordinasi isu sosial, budaya, dan keamanan diterima dengan baik. Hal ini menunjukkan sinergi antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam membangun Papua.
Kehadiran Tokoh Penting Dan Komitmen Lintas Kerukunan
Mubes II Forkom LKN dihadiri oleh berbagai tokoh penting yang menunjukkan dukungan terhadap upaya menjaga kerukunan. Penjabat Sekda Papua Christian Sohilait, unsur Forkopimda, tokoh adat, dan tokoh agama turut hadir dalam acara tersebut. Kehadiran mereka menggarisbawahi pentingnya acara ini bagi Papua.
Acara tersebut juga diramaikan oleh perwakilan dari 25 kerukunan dan paguyuban dari seluruh Tanah Papua. Mustakim HR menjelaskan bahwa sekitar 21 paguyuban hadir sebagai peserta, sementara 4 paguyuban lainnya berpartisipasi sebagai peninjau. Hal ini mencerminkan representasi luas dari keberagaman masyarakat.
Kehadiran lintas perwakilan ini menunjukkan komitmen kolektif untuk merawat kebhinekaan. Ini menjadi bukti nyata bahwa semangat persatuan dan solidaritas antar kerukunan tetap kuat. Mubes II ini diharapkan menjadi landasan kokoh bagi Papua yang lebih cerah dan damai di masa depan.
Jangan lewatkan update berita seputaran Papua Indonesia serta berbagai informasi menarik lainnya yang akan memperluas wawasan Anda.
- Gambar Utama dari kabarpapua.co
- Gambar Kedua dari papuaterkini.com